@Ice Lusia Marta
Sahabat,,,
Lesatkanlah panah mata bathin mu jauh..
Menembus tirai kehidupan abadi...
Hingga engkau dapat melihat...
Yang paling besar adalah urusan dg Rabb mu...
Dan masalah dunia mu terlihat mengecil tak berarti...
Ketika seseorang sedang menghadapi ujian, masalah hidup atau musibah...kadang kala ilmu terasa hilang sesaat dan iman seolah terbang separoh. Yang terlihat besar hanyalah masalah kita dan derita kita...
Disaat itulah seseorang perlu kembali menata diri...merenungi kembali lembar-lembar ilmu dan menyusun kembali serpihan iman.
jika Steven covey punya pemikiran bahwa lihatlah masalah pada titik akhirnya. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang cerdas adalah orang yang berfikir jauh kedepan...
Rasulullah SAW telah mengajarkan berfikir pada titik akhir masalah sebelum Steven covey... masalah akan ada ujungnya jua, akan ada akhirnya jua...karena kita hidup hanya di alam fana.
Jika kita bercermin pada para sahabat nabi, seringkali yang kita anggap masalah besar, namun bagi mereka bukan masalah...
Mereka baru menganggap masalah atau musibah besar, jika hal tersebut berkaitan dengan Islam dan urusan mereka dengan Allah.
Lihatlah bagaimana Mus’ab bin umair, yang harus menukar dunianya dengan Islam.
Sebagaimana diriwayatkan hadist Hakim.
Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk dengan para sahabat di Masjid Quba, lalu muncullah Mush’ab bin Umair dengan kain burdah (jenis kain yang kasar) yang tidak menutupi tubuhnya secara utuh. Orang-orang pun menunduk. Lalu ia mendekat dan mengucapkan salam. Mereka menjawab salamnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis dan memuji dengan mengatakan hal yang baik-baik tentangnya.
Dan beliau bersabda, “Sungguh aku melihat Mush’ab tatkala bersama kedua orang tuanya di Mekah. Keduanya memuliakan dia dan memberinya berbagai macam fasilitas dan kenikmatan. Tidak ada pemuda-pemuda Quraisy yang semisal dengan dirinya. Setelah itu, ia tinggalkan semua itu demi menggapai ridha Allah dan menolong Rasul-Nya…” (HR. Hakim No. 6640).
...dan tercermin pula dari perkataan umar bin khattab ra:
“Aku tidak peduli atas keadaan susah dan senangku, karena aku tidak tahu manakah diantara keduanya itu yang lebih baik bagiku..”
Semoga kita bisa terus belajar membesarkan urusan akhirat, hingga masalah dunia menjadi kecil tak berarti.
Serpihan Iman mungkin dapat kita satukan dengan merenungi kembali
surat Ali imran:142

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar (Ali Imran :142)
Dari ayat diatas tersirat bahwa kehidupan dunia adalah tempat pembuktian cinta dari seorang hamba kepada sang khaliq...dan menjadi ajang pemilihan siapa yang terbaik cintanya... untuk penentuan kelas di akhirat kelak..
bukti cinta adalah keredhoan menerima ketentuan dan aturan Allah dan bersungguh-sungguh berjuang dijalan Allah (jihad).
Nasehat untuk diriku dan sahabat ku
Bogor, 9 Maret 2018
Wallahualam,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar