@Ice Lusia Marta
Bagaimakah keadaan kita diperut bumi...
Saat tanah menjadi kasur
Saat semua orang terkasih pergi
Saat jiwa nelangsa dalam sepi
Saat ruh dipertaruh antara sijjin dan illiyin
Bagaimakah keadaan kita
ketika ditiup sangkakala...
Saat bumi hancur luluh
mengakhiri duka dan bahagianya
meninggalkan berjuta cerita dan kisahnya
Bagaimakah keadaan kita ketika dibangkitkan...
dengan beraneka rupa dan keadaan
Lembaran kisah kehidupan dikumpulkan
menjadi sebuah buku keabadian
Bagaimanakah keadaan kita dipadang mahsyar
Saat seluruh makhluk dihadapkan kehadirat Rabbnya
Saat satu hari sama dengan 50 Tahun
Saat insan merasa tak pernah hidup di bumi kecuali se jam
Saat sang kafir ingin menebus diri dengan seluruh manusia
Bagaimanakah kedaan kita di hari pemberian syafaat..
Pantaskah kiranya diri memperolehnya..
Setelah menghinakan sunnahnya
Setelah tidak mengidahkan sabdanya
Setelah berbagai kelalaian yang tak terhingga
Bagaimanakah keadaan kita dihari penghisaban...
Saat setiap diri dipanggil melihat bukunya
Saat semua anggota tubuh menjadi saksi
Saat dosa ditahtakan, diripun tak kuasa menanggung malu
Bagaimakah keadaan kita saat buku diberikan
Saat dada bergemuruh kencang
Wajah lusuh menanggung takut
Berharap buku diberikan dari arah kanan
Bagaimanakah keadaan kita di yaumul Mizan
Saat timbangan sang maha adil dipasang
Hal sebiji sawipun menjadi berarti
Kemana akan lari mengingkari
Bagaimakah keadaan kita sampai di telaga sang nabi
Akankah kita mencapainya
Atau sudah terhenti di mizan
Karena beratnya dosa dan kedzoliman
Bagaimakah keadaan kita melewati shirat
Yang lebih tipis dari rambut
lebih tajam dari pedang
Akankah dapat melewati
atau tergelincir kedalam api besar menyala-nyala
Menduga duga perjalanan
Menduga duga posisi diri
Semoga bersiaga memperbaiki
Mempersiapkan perjalanan panjang
Hingga bahagia selamanya
————————————————
Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang di langit Dan di bumi, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah SWT”( QS. Az Zumar :68 ).
“Pada Hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakannya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu”. (QS. Al Mujadilah : 6)
“Yaitu) pada Hari (ketika ) bumi diganti dengan bumi yang lain Dan (demikian pula) langit Dan mereka semuanya di padang Mahsyar berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.(QS. Ibrahim:48).
“Malaikat-malaikat Dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun.(QS. Al Maarij:4).
Dan (ingatlah) akan Hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di Hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di siang Hari. (QS.Yunus:45).
“Dan pada Hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, bahwa mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat saja” (QS. ArRuum:55).
Setiap manusia berlutut di atas lutut mereka. “Dan kamu lihat tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya . Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Jatsiah:28).
Allah SWT mengatakan kepada orang kafir : “Dan kamu tidak melakukan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya”.(QS. Yunus:61).
Seluruh anggota badan juga akan menjadi saksi.
Allah bertanya kepada hamba-Nya tentang apa yang telah ia kerjakan di dunia : “Maka demi Rabbmu, kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang akan mereke kerjakan dahulu”.(Al Hijr:92-93).
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan ia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka ia akan berteriak : “celakalah aku”, dan ia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”,(QS. Al Insyiqaq:8-12) .
“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:”wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.Telah hilang kekuasaanku dariku” (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya”, kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala”.(QS. Al Haqqah:25 31).
Allah berfirman : “Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah seorang dirugikan walau sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya.Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan”.(QS. Al Anbiya:47)
Allah SWT berfirman,”Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman:”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”.Dikatakan (kepada mereka):”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”.Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu.Di sebelah dalamnya ada rahmat da di sebelah luarnya dari situ ada siksa.(QS.Al hadid:13).
Sesungguhnya rasulullah SAW pernah ditanya tentang Shirath, maka beliau berkata :
Tempat menggelincirkan, di atasnya ada besi penyambar dan pengait dan tumbuhan berduri yang besar, ia mempunyai duri yang membahayakan seperti yang ada di Najd yang disebut pohon Sud’an.(HR. Muslim)
“Telah sampai kepadaku bahwasanya shirath itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang”. (HR. Muslim)
“Ada yang melewati shirath laksana kejapan mata dan ada yang seperti kilat, ada yang seperti tiupan angina, ada yang terbang seperti burung dan ada yang menyerupai orang yang mengendarai kuda, ada yang selamat seratus persen, ada yang lecet-lecet dan ada juga yang ditenggelamkan di neraka jahannam”. (HR. Bukhari Musli
Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin akan dibebaskan dari api neraka, lalu mereka diberhentikan di atas jembatan antara Jannah(surga) dan neraka, mereka akan saling diqhisash antara satu sama lainnya atas kezhaliman mereka di dunia.Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah mereka diizinkan masuk Jannah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, seorang diantara kalian lebih mengenal tempat tinggalnya di jannah daripada tempat tinggalnya di dunia”.(HR. Bukhari).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cahaya Hati Guru Kami.... Cahaya Hati Kami Menjadi Pelita dalam kegelapan Jalan Menjadi Penerang dari ke Jahilan Awalnya kami hanyalah Man...
-
@icelusiamarta Memandang sepanjang perjalanan dari bogor, sangat terharu menyaksikan perjuangan para pencari nafkah..ditengah terik mentar...
-
@icelusiamarta Hanya pencadu ibadah yang tau... Nikhmatnya berdiri diatas sajadah dalam dekapan malam nan sunyi Menghadap lurus pada san...
-
@Ice Lusia Marta Bagaimakah keadaan kita diperut bumi... Saat tanah menjadi kasur Saat semua orang terkasih pergi Saat jiwa nelangsa da...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar