Sabtu, 23 November 2019

Kita Hanya Sendirian

@Ice Lusia Marta

Pernahkah terbayang sepinya alam kubur
Ketika ruh kembali kepada Rabbnya
bertaruh antara Sijjin dan Illiyin
Sanak saudara dan orang terkasih tiada lagi sanggup menyertai
jiwa nelangsa dalam sepi
Kita hanya sendirian...

Saat manusia dikumpulkan
Saat matahari sejengkal di atas kepala
Saat titik peluh menenggelamkan manusia
kita hanya sendirian

Ketika manusia dibariskan antara syurga dan neraka yang nyata
Ketika malaikat mengapit bershfa-shaf
ketika setiap insan menjadi tawanan
Dada bergemuruh kencang
Wajah lusuh menanggung takut
Harap cemas menunggu buku keabadian dibagikan
Kita hanya sendirian

Ketika hendak meniti shirat
Yang lebih tipis dari rambut
Lebih tajam dari pedang
Bagaimana akan menyebrangi
Sedang api menyala siap menyambut diri dibawahnya
Kita hanya sendirian

Tiada lagi tempat bergantung selain padaNya
tiada tempat berlindung selain dariNya
tiada tempat meminta selain padaNYa
tiada belas kasih sebaik kasihNYa

Munuju hari itu...
perbaikilah hubungan denganNya
mintalah selalu hidayah dan rahmat Nya
mintalah kebahagiaan disana padaNya
agar kita tidak sendirian....


Untuk pengingat diri penuh alfa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Cahaya Hati Guru Kami.... Cahaya Hati Kami Menjadi Pelita dalam kegelapan Jalan Menjadi Penerang dari ke Jahilan Awalnya kami hanyalah Man...